Skip to content

Waraha “Sang babi hutan”

June 23, 2009

Waraha, Dalam ajaran Agama Hindu Waraha Awatara (Sansekerta: वाराह ; Varaha Avatāra) adalah Awatara ketiga dari Dewa Wisnu yang berwujud babihutan. Awatara ini muncul pada masa Satya Yuga, dimana pada waktu itu ada seorang raksasa bernama Hiranyaksha, adik raksasa Hiranyakashipu, yang hendak menenggelamkan Pertiwi (planet bumi) ke dalam lautan kosmik, suatu tempat antah berantah di ruang angkasa. Melihat dunia belum waktunya kiamat, Dewa Wisnu menjelma menjadi babihutan yang memiliki dua taring panjang mencuat. Pertempuran antara raksasa Hiranyaksha dan Dewa Wisnu berlangsung sengit. Konon pertarungan ini terjadi ribuan tahun yang lalu dan memakan waktu ribuan tahun pula. Pada akhirnya, Dewa Wisnu yang menang.

Setelah beliau memenangkan pertarungan, beliau mengangkat Bumi seperti bola dengan dua taring nya yang panjang muncuat, dari lautan Kosmik, dan meletakkan Bumi kembali pada orbitnya. Setelah itu, Dewa Wisnu menikahi Dewi pertiwi dalam wujud Awatara tersebut.
Waraha Awatara dilukiskan sebagai Babi hutan yang membawa planet Bumi dengan kedua taringnya dan meletakkan nya diatas Hidung, didepan mata. Kadang dilukiskan sebagai manusia berkepala Babi hutan, dengan dua taring menyangga bola dunia, bertangan empat, masing – masing membawa Cakra, trompet dari kulit kerang, teratai, dan Gada.

Nama Lain
nama lain dari waraha adalah:

  • Bhuvaraghan
  • Varaghan
  • Varha
  • YagnaVaraha
  • SreeVaraham
  • AdhiVaraha
Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.